Banyak praktisi internet berpengalaman memperkirakan pengaruh back link terhadap ranking di Google mencapai angka 90%. Karena itu bagi pemain SEO back link merupakan sesuatu yang maha penting. Sayangnya tidak semua memahaminya dengan benar. Bagi pemula, penting untuk difahami bahwa tidak semua back link memberikan manfaat, salah salam malah bisa merusak daripada membawa manfaat.
Link building yang baik dan benar adalah yang wajar, atau di dunia SEO sering disebut natural. Google ataupun search engine lainnya tidak merancang sistem penentuan ranking mereka untuk dikelabui, melainkan untuk memberi penghargaan bagi website yang baik dan mendapatkan link back secara natural. Link building yang baik dan benar bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilakukan, apalagi secara manual. Sayangnya itulah satu-satunya cara agar link back yang kita dapatkan benar-benar membawa manfaat. Tapi tentu ada sisi baiknya. Kita-kita yang bermodal pas-pasan pun memiliki kesempatan yang sama untuk berhasil.
Mental sukses instan membuat kebanyakan orang melakukan kampanye link buildingnya dengan cara kamikaze, mengejar sebanyak mungkin back link secepat-cepatnya tanpa mempedulikan dari mana datangnya. Pemain yang memiliki cukup dana bahkan tidak peduli berapa uang yang dibenamkan disitu. Praktek ini justru kontra-produktif. Mungkin sesaat anda akan melihat perkembangan positif, tapi begitu Google dan search engine lainnya mendeteksi fenomena link building yang tidak wajar, anda harus memulainya lagi bukan hanya dari nol tapi dari minus.
Mempraktekan metode link building yang brutal dapat menghancurkan kerja keras yang telah dirintis berbulan-bulan. Jadi berhati-hatilah dalam melakukan kampanye link building. Berikut adalah kesalahan telak yang sering dilakukan orang. Bagaimanapun caranya, usahakan untuk menghindarinya.
1. Paket Link Masal
Banyak orang yang memanfaatkan kemalasan kita dengan menawarkan paket link yang menggiurkan. “Get thousands of inbound link instantly!” Mungkin anda pernah mendapatkan spam email dengan penawaran kira-kira semacam itu. Apa yang dia tawarkan sama dengan cara dia menawarkan, spam. Jika anda membenci spam, demikian juga search engine. Jangan pernah ikut-ikutan. Website anda malah mungkin akan di ban oleh search engine.
Anda perlu tahu bahwa search engine menghargai reputasi website. Meskipun website anda bisa keluar lagi dari status ban, reputasi yang buruk akan menyulitkan website yang pernah di ban untuk mendapatkan ranking yang bagus.
2. Link Exchange
Pada masanya, link exchange pernah manjadi metode utama strategi link building. Anda menempatkan link ke website orang lain, dia memasang link di websitenya ke website anda. Sama-sama untung, sama-sama mendapatkan manfaat, benar? Salah besar! Google dan mesin pencari lainnya memberikan nilai negatif terhadap mekanisme ini ketika mereka menyadari keberadaan ratusan link-farm, fasilitas otomastis yang dipasang di website dan secara instan membangun ribuan link exchange ke website-website lain yang menjadi pesertanya.
Sistem search engine sekarang mampu mendeteksi link exchange, dan akibat praktek negatif link-farm, link exchange kena getahnya. Manfaat link exchange boleh dikatahan sudah tidak ada lagi, dan jika website anda mendapatkan link exchange melalui jaringan besar yang memfasilitasinya, kasilnya justru akan negatif.
3. Link dari Page yang Tidak Ter-Index
Sering kali orang menghabiskan banyak waktu untuk mendapatkan back link dari halaman web yang tidak terindex. Link dari halaman yang tidak terindex tidak ada artinya, hanya buang-buang waktu saya. Tidak terindex ada dua kemungkinan, page tersebut masih baru, atau search engine sudah mengunjunginya tapi menganggapnya tidak penting untuk diindex. Jika kemungkinan pertama yang terjadi, anda masih bisa berharap manfaat karena mungkin nanti akan terindex, tapi jika yang kedua yang terjadi, anda membuang waktu sia-sia.
Jadi kalaupun anda tidak cukup beruntung sehingga hanya mendapat link dari halaman yang tidak terindex, pastikan halaman tersebut potensial terindex. Saat ini halaman dengan puluhan link di dalamnya seperti banyak halaman link exchange jaman dulu, sudah tidak diindeks lagi.
4. Tidak Memakai Anchor Text
Selintas ini mungkin tidak tampak seperti masalah. Tapi bayangkan jika anda sudah berhasil mendapatkan 2,000 back link tanpa anchor text, website anda dengan mudah dapat dikategorikan spammer. Anchor text merupakan salah satu faktor yang dipakai untuk menilai relevansi dari link antara dua website. Selain dapat dikategorikan spam, relevansi yang tidak terdeteksi akibat tidak adanya anchor text juga menyebabkan nilai back link tersebut menjadi sangat rendah.
5. Tidak Relevan
Search engine, terutama Google, semakin hari semakin pintar. Logika pencarian mereka terus berkembang untuk semakin menyempurnakan fungsi mereka, memberikan informasi yang relevan dengan yang dicari orang. Relevansi ini merupakan kunci bisnis search engine. Jika search engine gagal memberikan hasil pencarian yang relevan, orang nggak pake lagi, dan mereka gulung tikar. Karena itu search engine sangat memperhatikan relevansi. Jika website anda mendapatkan link yang natural dari website dengan konten yang relevan, nilai link itu akan sangat baik bagi website anda. Sebaliknya, link back dari website yang tidak relevan tidak membuat search engine menganggap website anda penting.
6. Link Anorganik
Google merancang sistem page rank mereka untuk bekerja secara organik. Link back yang dicari adalah yang terjadi secara wajar, natural. Secara kasar natural dapat diartikan sebagai pelan tapi konsisten, dari berbagai jenis website yang relevan. Jika anda mendapatkan 1000 link baru dalam sehari, alarm Google sudah akan langsung berbunyi, dan kecuali anda bisa terus-menerus mendapat 1000 link baru dalam sehari, website anda akan ditendang keluar dari index.
7. Membeli Link
Back link dari website yang memiliki page rank tinggi sangat berharga jika kita mengejar ranking di Google. Anda bisa membeli link dari website dengan page rank tinggi, dan harganya bukan main. Di sebuah website ditawarkan link dari website dengan page rank 7 seharga $250 per bulan. Kalau anda search di search engine anda akan menemukan banyak orang jang menjadikan penjualan link dari website ber-page-rank tinggi ini sebagai bisnis yang menguntungkan.
Tapi sekarang tenaga instan dari link seperti itu sudah tidak relevan lagi. Google sudah sangat waspada. Sudah banyak laporan Google men-discount page rank website yang ketahuan menjual link. Bukan tidak mungkin Google akan mengembangkan mekanisme pengawasannya sehingga mencakup pembeli juga.
Link building yang baik dan benar, memberikan manfaat jangka panjang, adalah yang natural dan organik. Carilah back link yang hanya satu arah, relevan, dan dari website yang memiliki page rank bagus. Kalau mungkin dari halaman web yang memiliki page rank bagus. Jangan terjebak dengan hal-hal yang instan. Dalam jangka panjang, link building yang perlahan tapi terus menerus sehingga nampak natural akan membawa aliran traffic yang terus menerus juga.
Sumber: www.seobali.com Ps: artikel diatas sengaja saya kutip dari www.seobali.com karena saya anggap sangat bermanfaat sekali buat saya, dan semoga bermanfaat juga buat teman-teman semuanya.
Salam Sukses Selalu,











{ 22 comments… read them below or add one }
Jangan-2 komen ku ini di anggap spam lagi yah
[Reply]
T. Wahyudi Reply:
October 22nd, 2009 at 17:25
@Megan Fox, enggak kok mas….
:
[Reply]
wax.mas tri info yang mantabsss:sip::sip:
[Reply]
T. Wahyudi Reply:
October 22nd, 2009 at 21:26
@Alfred Sejuta Cinta, seep!! :sip: soalnya kayaknya banyak teman-teman yang belum tau juga….. :hihi::hihi:
[Reply]
Wah, makin bertambah nih wawasan saya soal backlink dan SEO. Dari ulasan di atas, sepertinya blog do follow berpotensi untuk tidak disukai search engine ya mas? Tapi saya sangat setuju dengan naturalisasi dalam backlink. Itulah kenapa saya tidak pernah merengek/mengemis tukeran link :sip:
[Reply]
T. Wahyudi Reply:
October 23rd, 2009 at 06:11
@iskandaria, :sip: betul sekali mas…. dan saya juga masih ingat dengan artikel saya ini http://triwahyudi.com/blog/anda-pilih-blog-dofollow-atau-blog-nofollow.html
seep, setuju mas… saya juga baru sadar… dulu saya ingat, waktu awal ngeblog pasti dikit-dikit ngajak tukeran link dengan teman yang blognya ramai…. :kembik2:
[Reply]
Rumit juga ya…, tapi boleh juga, ada pengalaman baru di sini
[Reply]
T. Wahyudi Reply:
October 23rd, 2009 at 09:26
@joko santoso, :sip:
[Reply]
Pertanyaan saya mas, bagaimana dengan direktory link dan sejenisnya yang meminta resiprocal link. Adakah kegunaan hal itu?
[Reply]
T. Wahyudi Reply:
October 23rd, 2009 at 10:15
@negeri hijau, kalau menurut saya pribadi mas… MASIH… :hihi:
[Reply]
serem nih.. artikelnya berat banget… apakah tukeran link masih perlu?
[Reply]
T. Wahyudi Reply:
October 23rd, 2009 at 10:10
@mashengky.com, kalau saya baca artikel di atas… kayaknya tidak deh mas…. :hiks:
[Reply]
menurut saya tukeran link masih perlu. Tujuannya adalah bukan sekedar SEO, tapi membangun sebuah komunitas yang saling mendukung.
Tukeran link tidak bisa terhindarkan. Dengan saling memberi komentar di masing2 blog, itu sudah merupakan “tukeran link”.
Bagaimana menurut mas tri dan yang lain ?
[Reply]
T. Wahyudi Reply:
October 23rd, 2009 at 12:54
@online-business-story.com, kalau menurut pribadi saya itu perlu mas…. karena biasanya dengan tukaran link… alamat web atau blog kita berkesempatan di KLIK oleh orang lain…. dan intu berarti meningkatkan traffik…. betul gak mas…. :hihi:
[Reply]
tipsnya bagus mas..tapi kalo ga ada tukeran link gmana solusinya mas?
mohon bantuannya maklum saya masih pemula.
terimakasih..
[Reply]
T. Wahyudi Reply:
October 24th, 2009 at 12:39
@panduan-sukses, sebetulnya kalau tukeran link gak masalah kok mas… hanya saja, kalau saya kaji dari artikel di atas, hasilnya kurang bagus buat link building… yang bagus, adalah link natural… contohnya anda, tanpa saya minta memasukkan link di blog mas…. :hihi: itu yang saya tangkap dari artikel di atas mas…. :sip:
[Reply]
maksud dari natural link itu apa ya Mas? masih kagak ngerti….
bisa dijelaskan dengan bahasa yang sederhana….
:mikir::mikir:
[Reply]
T. Wahyudi Reply:
October 24th, 2009 at 12:49
@rudy azhar, natural link itu, link yang diberikan secara cuma-cuma oleh pemilik situs mas… contohnya, mas rudy, nulis artikel dan di dalam artikel tersebut menautkan alamat blog saya… nah… itulah link natural mas… (itu yang saya tangkap dari artikel di atas :hihi: )
[Reply]
kalau tukar link sama saya mau ngak mas karna blog ku masih pagerank nol:hiks:, link mas tri udah lama saya saya pasang. gimana menurut mas tri, :hihi:maklum mas masih newbie, jadi setelah baca2 wah:sip:sangat bermanfaat sekali buat pemula seoerti saya mas,:sip:thanks mas mau berbagi :sip::sip:
salam sukses selalu
[Reply]
T. Wahyudi Reply:
October 24th, 2009 at 12:51
@heru, gak masalah mas… wah… kenapa mas heru baru bilang sekarang…. kalau tau dari kemarin, udah saya pasang dari kemarin mas…. :no:
[Reply]
heru Reply:
October 25th, 2009 at 11:46
@T. Wahyudi, :plis:terima kasih mas tri:nyembah::nyembah::sip:
[Reply]
T. Wahyudi Reply:
October 25th, 2009 at 12:56
@heru, :sip::sip: sama-sama mas…
[Reply]
hmmm sangat bermanfaat nih
[Reply]
T. Wahyudi Reply:
October 24th, 2009 at 13:14
@mbah gendeng, terimakasih mas… :nyembah:
[Reply]
maksudnya.. wordpress tukeran link sm wordpress aja.. jgn sm blogspot hahahah :melet:
[Reply]
T. Wahyudi Reply:
October 24th, 2009 at 13:19
@mashengky.com, bukan mas…. maksud artikel di atas… kalau kita tukaran link… katanya kurang baik buat membangun link building… :kembik2:
[Reply]
wah,,betul sekali tuh,,,
jadi yg tepat buat list building apa ya?
salam kenal
[Reply]
T. Wahyudi Reply:
October 25th, 2009 at 07:29
@farhan, natural link mas…. :hihi:
[Reply]
okeh dh
thk
[Reply]
T. Wahyudi Reply:
October 25th, 2009 at 12:57
@farhan, :sip:
[Reply]
Awal ngeblog. Seneng banget tukeran link.
kalau mau sabar, bangun backlink paling 6 bulan dah ada hasil..
Apalagi pakai theme thesis:sip:
[Reply]
T. Wahyudi Reply:
October 25th, 2009 at 12:58
@Wawan Purnama, thesis dengan banck link… ada hubungannya toh mas… wah… baru tahu saya…. :ngikik:
[Reply]
Wawan Purnama Reply:
October 26th, 2009 at 11:33
@T. Wahyudi, Ada-lah. Tapi kayaknya strategi thesis..tapi saya ga berhak menceritakan rahasia perusahaan orang..:hihi:
[Reply]
aneh nih komennya, sebelumnya saya tulis apa…. kok keluarnya lain..:nangis:
[Reply]
T. Wahyudi Reply:
October 25th, 2009 at 13:00
@Wawan Purnama, sambil tidur paling mas… jadinya komentarnya sambil mimpi….
:
[Reply]
beli link sebulan $250 ?
hiiiii seyeeeem….
[Reply]
T. Wahyudi Reply:
October 25th, 2009 at 13:00
@candradot.com, :hihi::hihi:
[Reply]
waw… ternyata banyak juga permasalahan dengan si linklink ini ya …
kirain mbah google cuma gak seneng scenario farm link aja, ternyata masih banyak yg lainnya ….
get natural … itu yg rada susah . :puyeng:
[Reply]
T. Wahyudi Reply:
October 27th, 2009 at 09:58
@hpnugroho, :hihi: kalau dicoba.. gak ada kata susah mas…. :sip:
[Reply]
untuk poin yang kedua, saya sepertinya setuju. Karena pas saya chek ternyata tidak ada link building yang terbangun dengan link blog saya. Walaupun sudah tukaran link:hiks:
[Reply]
Meskipun copas,:plis: tapi tetep bermanfaat kok, terkhusus saya sendiri:matabelo:
[Reply]
http://absensisidikjari.com/
waduh… ini :( bikin bingung…
[Reply]
Mangstab nih, makasih buat pencerahannya….
[Reply]